Kamis, 21 Januari 2016

Aspek Sosial Pendidikan

Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan


Lancarnya komunikasi dan interaksi aktif antara guru dan siswa menentukan sejauh mana suatu materi pelajaran dipahami seorang siswa. Pola contextual learning yang diterapkan Usaid Prioritas untuk pelatihan dosen Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi salah satu strategi untuk mencapai hal itu. PPG merupakan pengganti akta IV yang tidak berlaku sejak 2005. Para sarjana lulusan pendidikan tinggi digembleng untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru di PPG.
Nah, diharapkan para calon guru yang dididik dosen PPG tersebut bakal menjadi guru yang aktif dan kreatif. Siswa diperkenalkan dengan konsep research based teaching. Mereka bakal menjadi sosok aktif yang selalu berinisiatif untuk mencari jawaban dan pengetahuan baru.
Tentu untuk mengubah model pembelajaran di kelas gaya lama, yaitu guru aktif dan siswa hanya mendengarkan serta mencatat, menjadi berpola contextual learning tidaklah mudah. Pelatihan bertajuk Lokakarya Instruktur PPG Tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Gubeng itu ditujukan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mitra yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), dan Universitas Negeri Malang (UM).
Mereka mempelajari pola pembelajaran aktif untuk lima mata pelajaran yaitu IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dalam pelatihan itu, sekitar 62 peserta bergantian berperan sebagai dosen dan mahasiswa PPG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar