Kamis, 21 Januari 2016

Aspek Sosial Dalam Media Baru

Bank Mandiri Bidik Bisnis E-Commerce

Pertumbuhan signifikan di sektor perdagangan online (e-commerce) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mulai dilirik perbankan dalam negeri. E-commerce dinilai menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan ke depannya.Direktur Finance and Strategy PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengaku pihaknya membidik pembiayaan untuk sektor e-commerceBahkan dalam waktu dekat, Bank Mandiri akan membentuk anak usaha di bidang modal ventura bernama Mandiri Capital.

"Dengan perkembangan ini, akan muncul pemain-pemain yang menjadi intermediary. Bank Mandiri ingin menjadi intermediary di pembayaran, makanya fokus ke digital banking, ingin di depan untuk sistem pembayaran,". Dalam pembentukan Mandiri Capital, perseroan mengalokasikan dana Rp 500 miliar sebagai modal ventura. Alokasi modal ini telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  sejak akhir 2015.‪"Alokasi dana ke venture capital sampai Rp 500 miliar. Mandiri Capital ini kita yang pertama benar-benar memperoleh izin regulasi OJK untuk masuk ke pembiayaan teknologi startup. Belakangan banyak berita bahwa OJK mendorong venture capital membiayai startup," kata dia.

Kartika menyatakan, Mandiri Capital ini akan memiliki tiga area bisnis dan diharapkan bisa diluncurkan dalam waktu dekat.‬"Investasi kita ada di 3 area, yaitu enablers transaksi elektronik, digital banking payment system, dan bagaimana menjadi pemain e-commerce. Kepentingan kita ada di paymentuntuk e-commerce,".

Aspek Sosial Etika dan Privasi

Dua Anaknya Dihujat Haters, Ashanty: Kalau Aku Sih...


Penyanyi Ashanty dibuat geram melihat tingkah para haters yang saban hari semakin menjadi. Amarah Ashanty semakin tersulut saat melihat anaknya, Arsy Addara Musicia Nurhermansyah yang baru berusia setahun lebih sudah kerap dihujat di Instagram.
“Kalau bayi kalian gituin (hujat, red), emang dia ngapain? Caranya (haters, red) emang sudah gak baik,” keluh Ashanty.
Tak hanya Arsy, wanita 31 tahun ini juga tidak terima melihat anak tirinya, Titania Aurelie Hermansyah yang kerap jadi bulan-bulanan para haters. Putri pertama Anang-KD itu sering dihujat karena dinilai melakukan operasi plastik.
Mereka kerap membandingkan penampilan Aurel yang dulu dan sekarang, yang berbeda jauh. Karena perbedaan tersebut Aurel dikabarkan melakukan operasi plastik.
“Kalau mau jelekin aku sama Mas Anang bebas, silakan. Aku sih masa bodoh ya, kami udah gak peduli, tapi kalau untuk Arsy, Aurel sangat ganggu banget. Makanya aku rada sedih. Kalau cuma bilang kamu jelek atau gimana, itu gak apa-apa. Ini jatuhnya sudah ke fitnah ya. Aurel dibilang operasi plastiklah, apalah,” keluh Ashanty

Aspek Sosial Dalam Tantangan Pustakawan

Aksi Unik 50 Orang untuk Hidupkan Kebiasaan Membaca


Membaca memang suatu kegiatan yang mengasyikkan bagi sebagian orang tertentu. Bahkan, membaca dijadikan sebagai suatu kebutuhan pokok bagi mereka. Namun bagi segelintir orang, membaca merupakan aktivitas yang membosankan. Di era teknologi yang semakin canggih, masyarakat kini lebih memilih memainkan gadget-nya dan berseluncur di media sosial daripada harus membaca buku. Meski ada yang masih setia dengan hobi membacanya, mereka pun lebih tertarik menggunakan aplikasi eBook untuk mempermudah meng-update buku-buku terbaru yang tengah menjadi hit dibandingkan dengan membeli buku dan terbebani ketika membawanya.
Hal tersebut yang membuat sekelompok orang di China berinisiatif untuk menghidupkan kembali kebiasaan membaca di kalangan masyarakat ketika berada di transportasi publik. Dilansir CCTV News dan liputan6.com.Mereka terlihat membaca buku dengan tenang selama 30 menit selama dua kali dalam sehari, sekitar pukul 07.00 dan 19.00 waktu setempat. Aksi ini mendadak sontak menjadi perhatian para pengguna kereta. Publik merasa heran dan tak menyangka akan melihat pemandangan langka tersebut.

Aspek Sosial Pendidikan

Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan


Lancarnya komunikasi dan interaksi aktif antara guru dan siswa menentukan sejauh mana suatu materi pelajaran dipahami seorang siswa. Pola contextual learning yang diterapkan Usaid Prioritas untuk pelatihan dosen Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi salah satu strategi untuk mencapai hal itu. PPG merupakan pengganti akta IV yang tidak berlaku sejak 2005. Para sarjana lulusan pendidikan tinggi digembleng untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru di PPG.
Nah, diharapkan para calon guru yang dididik dosen PPG tersebut bakal menjadi guru yang aktif dan kreatif. Siswa diperkenalkan dengan konsep research based teaching. Mereka bakal menjadi sosok aktif yang selalu berinisiatif untuk mencari jawaban dan pengetahuan baru.
Tentu untuk mengubah model pembelajaran di kelas gaya lama, yaitu guru aktif dan siswa hanya mendengarkan serta mencatat, menjadi berpola contextual learning tidaklah mudah. Pelatihan bertajuk Lokakarya Instruktur PPG Tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Gubeng itu ditujukan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mitra yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), dan Universitas Negeri Malang (UM).
Mereka mempelajari pola pembelajaran aktif untuk lima mata pelajaran yaitu IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dalam pelatihan itu, sekitar 62 peserta bergantian berperan sebagai dosen dan mahasiswa PPG.

Aspek Sosial Ekonomi

YUAN TIONGKOK MELEMAH JADI 6,5585 TERHADAP DOLAR


  WE Online, Beijing - Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan, melemah tujuh basis poin menjadi 6,5585 dolar AS pada Kamis (21/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok.
Di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.
Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Aspek Sosial Politik

Mendagri: Satpol PP Tak Lawan Teroris Masuk Neraka Jahanam

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengatakan, saat ini musuh masyarakat Indonesia adalah paham radikalisme dan terorisme. Hal itu disampaikan Tjahjo, saat peresmian gedung baru Satuan Polisi Pamong Praja, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (21/1/2016)."Musuh kita sekarang paham radikalisme dan terorisme," tegas Tjahjo, di hadapan tamu undangan saat peresmian gedung baru Satuan Polisi Pamong Praja, Provinsi Bengkulu, Selasa (21/1/2016).
Tjahjo menambahkan, anggota Satpol PP harus berani menentukan sikap untuk melawan setiap orang yang ingin mengacau Republik Indonesia. Namun, jika ada anggota Satpol PP yang bersikap netral saat ada gangguan keamanan maka anggota itu akan masuk neraka jahanam."Ini harus kita lawan. Kalau ada bersikap netral anda (Satpol PP) akan masuk neraka jahanam," tegas Tjahjo.
Selain itu, Tjahjo menjelaskan, Satpol PP harus menjadi bagian dari bagian dari masayarkat dalam menjalankan tugas-tugas operasional. Tentunya, kata dia, Satpol PP juga harus berkoordinasi, dengan aparat kepolisian dan TNI, guna mendeteksi sejak dini atas ancaman yang akan terjadi."Satpol PP harus ikut mendeteksi sejak dini segala gangguan keamanan, tentunya itu bisa dikoordinasi dengan dengan aparat kepolisian," ujar dia.

Rabu, 20 Januari 2016

Aspek Sosial Dalam Tantangan Pustakawan

Akhirnya Perpustakaan Unand Mendapatkan  ”Akreditasi A”.


Setelah sukses mencapai akreditasi A, kini Universitas Andalas (Unand) kembali berbangga dengan mendapatkan akreditasi A untuk penilaian perpustakaan. Dalam penilaian akreditasi tersebut, ada beberapa syarat dan komponen yang harus dipenuhi. Ditemui di sela kesibukan sebagai Kepala Perpustakaan, Azral membenarkan hal ini. “Dalam mencapai akreditasi A, ada sembilan komponen yang harus dipenuhi perpustakaan Unand. Diantaranya pelayanan, kerjasama dengan perpustakaan lain, koleksi buku, pengelompokan buku, sumber daya manusia, fasilitas, anggaran, tata kelola, dan perawatan buku,” paparnya saat ditemui di Ruangan Kepala Perpustakaan, Senin (18/1).
Sebagai upaya pembenahan perpustakaan, lebih lanjut Azral mengatakan akan menambah koleksi buku dan koleksi digital. “Saat ini kami sedang merencanakan menambah beberapa koleksi buku baru. Mahasiswa maupun dosen dapat merekomendasikannya melalui situspustaka.unand.ac.id. Kemudian, kami juga menambahkan beberapa koleksi digital yang sudah dianggarkan sekitar 3,6 Milyar,” ungkapnya.
Terkait pelayanan dan infrasutruktur perpustakaan Unand, Dina, salah seorang mahasiswa Akuntansi mengatakan sudah puas, namun beberapa hal masih perlu ditingkatkan lagi. “Perpustakaan sekarang sudah bagus dan saya puas. Koleksi buku-buku dan skripsi sebaiknya lebih dibenahi lagi,”  Mengingat perpustakaan sudah berakrediasi A, Azral berharap minat baca mahasiswa dan dosen, serta intensitas kunjungan dan transaksi semakin meningkat. “Rencananya, bagi mahasiswa yang sering melakukan transaksi akan diberikan penghargaanNamun itu masih rencana.