Minggu, 17 Januari 2016

Aspek Sosial Dalam Pendidikan

Aspek Sosial Dalam Pendidikan


Anak-anak sekolah di Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumsel ini harus melewati rawa dan sawah saat pergi ke sekolah setelah jalan ke sekolah mereka ditutup oleh perusahaan. Foto: Summeks/JPNNPuluhan warga di RT 26, RW 06, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, menyerbu Kantor Gubernur Sumsel dan DPRD Sumsel, pagi kemarin (14/1). Bukan hanya orang tua dan dewasa, juga terlihat anak-anak berpakaian seragam sekolah memegang spanduk dan karton putih dengan tulisan tuntutan aksi. Yang mencengangkan, anak-anak tersebut menggunakan sepatu sekolah yang penuh dengan lumpur sawah. Karton-karton yang dibawa bertuliskan “Kami Warga RT 26 Mohon Bantuan, Buka Jalan Kami”, “Akses Jalan Kami Ditutup PT Dian Sakti”, “Pak Gubernur, Tolong Peduli, Buka Jalan Buat Kami”.
Hendri (12), siswa SD Muhammadiyah Kertapati, menceritakan dia sedih akses jalan ke rumahnya ditutup. “Kalo nak ke sekolah, lewat sawah. Jadi sepatu kotor,” kata dia, sambil menunjukkan sepatunya yang berlumpur.

Koordinator aksi sekaligus wakil ketua LSM Bangun Indonesia Kita, Aji Syamsudin, mengatakan, Jalan Harapan di RT 26, RW 06 merupakan satu-satunya akses keluar masuk warga menuju Jalan Yusuf Singadekane. Diakuinya, jalan tersebut memang milik PT Dian Sakti, namun yang disayangkan mengapa harus ditutup. Jalan menuju musala tertutup sehingga mengganggu aktivitas beribadah. Jalan yang ditutup itu tanpa ada persetujuan warga, perusahaan juga melarang warga melintasi jalan tersebut.Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir Ruslan Bahri mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat itu. Namun pihaknya tidak bisa langsung ambil keputusan. “Akan kita tanyakan kepada PT Dian Sakti. Dan akan kita cari solusinya nanti,” tandasnya.
Salut bangat sama adik-adik kita, walau jalur yang ditempuh sangat sulit tetapi tetap semangat untuk menuntut Ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar